Yohanes Chandra Bagi Tips Indekos

Yohanes Chandra Bagi Tips Indekos

Yohanes Chandra Eka tumbuh dalam lingkungan indekos yang sempit dan penuh sesak di wilayah Surakarta. Saat itu ia masih berstatus sebagai mahasiswa. Demi menggapai mimpi dan harapan orang tua yang telah ia pikul di pundaknya, maka bertempat tinggal di sebuah kos yang sempit pun ia jalani, meski dengan setengah hati.

Beberapa semester berlalu, tetapi kos tempat tinggal Yohanes Chandra Ekajaya tidak bertambah luas atau lengang, tetapi justru bertambah sempit dan sesak. Akhirnya ia pun menyiasati keterbatasan ruang sempit tersebut. Ia menjadikan indekos di tempat sempit menjadi sesuatu yang sangat comfortable dan sangat homey.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya kembali melanjutkan cerita masa-masa mudanya ketika masih berstatus sebagai mahasiswa. Saat itu ia membandingkan kehidupannya dengan kehidupan penduduk Jepang. Dimana penduduk Jepang di wilayah Tokyo, Kyoto, dan Osaka memiliki nuansa dan suasana seperti Surakarta. Tetapi mereka tetap dapat hidup dengan nyaman.

Kemudian Yohanes Chandra mulai membandingkan apa yang membuat perbedaan tersebut begitu terasa. Ia mulai memperhatikan penataan dan perabotan-perabotan yang mengisi kamar kosnya. Ternyata perabotan-perabotan yang digunakan oleh penduduk Jepang adalah perabotan-perabotan yang sifatnya minimalis, sehingga bisa dilipat dan mengurangi pemakaian ruang serta juga menjadi solusi keterbatan ruang.

Menurut Yohanes Chandra Eka, sirkulasi udara menjadi faktor utama untuk membuat kamar indekos menjadi sangat homey dan comfortable. Posisi pintu dan jendela serta sirkulasi gerak dalam kamar indekos harus diperhatikan dengan seksama. Selain perabotan kamar, warna dinding kamar indekos juga sangat mempengaruhi kenyamanan saat bertempat tinggal.

Luas kamar kos menurut Yohanes Chandra Ekajaya menjadi ukuran utama dalam memilih perabot. Misalnya saja ketika memilih lemari pakaian atau pun meja belajar. Ruang akan lebih terasa luas dan lebar ketika lemari pakaian yang dimiliki menggunakan model geser seperti penduduk Jepang. Justru bukan model sayap, karena lemari dengan model sayap akan membuat ruang semakin sempit.

Terkait dengan furnitur, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya memberikan saran supaya furnitur yang ada dalam kamar indekos disesuaikan dengan kegiatan dan selera penghuni kamar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s