Belajar Macam-macam Sajak Bersama Yohanes Eka Chandra

Penyair Yohanes Eka Chandra berbagi proses kreatif bersama para pelajar SMA se-Bandung dalam gelaran acara bertajuk “Memahami Macam-Macam Sajak”. Penulis buku kumpulan puisi “Hujan di Tepi Sungai Nil” dan “Cinta dan Secangkir Kopi untuk Malena” ini berbagi cerita mengenai trik dan tips menulis puisi.

Dalam seminar tersebut, Yohanes Eka Chandra mencoba mengenalkan para peserta seminar mengenai macam-maca sajak. Yohanes Eka Chandra membagi macam-macam sajak secara posisi, kesesuaian bunyi suku kata, dan kesesuaian bunyi akhir setiap kata.

Dengan sangat disiplin, Yohanes Eka Chandra menjelaskan sajak menurut posisinya dibagi ke dalam dua yaitu sajak dan sajak akhir. Kemudian secara kesesuaian bunyi suku kata, Yohanes Eka Chandra mengklasifikasikan ke dalam enam poin yang diantaranya adalah sajak penuh atau sajak sempurna, sajak paruh atau sajak tidak sempurna, sajak aliterasi, sajak asonansi, sajak rangkai, dan sajak rangka. Menurut kesesuaian bunyi akhir setiap kata, Yohanes Eka Chandra juga membagi ke dalam lima tahap yaitu: sajak rata atau sajak sama, sajak silang atau sajak senkelang, sajak kembar atau sajak pasangan, sajak peluk atau sajak paut, dan sajak patah atau sajak putus.

Dari pengenalan macam-maca sajak tersebut, Yohanes Eka Chandra mengajak para pelajar untuk memproduksi teks puisi secara baik. Setelah itu, puisi yang telah diciptakan oleh para siswa kemudian dipublikasikan ke berbagai media seperti media cetak, online, hingga media sosial.

Dalam salah satu pernyataannya, Yohanes Eka Chandra mengungkapkan bahwa dengan berlangsungnya seminar bertajuk “Memahami Macam-Macam Sajak” diharapkan siswa mampu memperkaya pengetahuannya dalam mendalami dunia perpuisian.

“Saya rasa ini merupakan langkah awal bagi siswa untuk memperdalam proses penulisan puisi, meski pada akhirnya follow up dari acara ini akan diserahkan pada masing-masing peserta, “ ujar Yohanes Eka Chandra, penyair sekaligus penulis buku kumpulan puisi Cinta dan Secangkir Kopi untuk Malena.

Anwar Kholil salah satu peserta dalam seminar “Memahami Macam-Macam Sajak” ini juga menganggap bahwa sangat senang diberi pengetahuan dan bimbingan langsung dari penyair Yohanes Eka Chandra. Bagi, pelajar kelas XI tersebut, yang dipentingkan dari acara ini adalah pengalaman penting selam coaching clinic bersama Yohanes Eka Chandra berlangsung .

Diwawancarai terkait, masa depan kepenyairan Indonesia, Yohanes Eka Chandra angkat bicara bahwa generasi pelajar hari ini diharapkan mampu mengisi dan mewarnai tradisi perpuisian Indonesia. Baginya, pelajar memiliki dunia yang masih polos sehingga sebagai seorang penyair Yohanes Eka Chandra optimis mereka akan turut serta mengembangkan jagat perpuisian di Indonesia.

“Harapan besar perpuisian Indonesia, ada pada mereka. Dan saya hanya perantara untuk turut serta sebagai teman sharing dalam menemani proses kreatif mereka, khususnya dalam menulis puisi, ujar Yohanes Eka Chandra.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s